Ceritaku, Trip

Jajanan Mewah

Entah kenapa, sore tadi aku kepikiran sesuatu. Mas Theo yang bilang tiba-tiba pengen es krim, aku merasa kembali pada kenangan masa lalu. Masa SD ku dulu. Bahkan SMP juga kayaknya. Aku mau menceritakan tentang es krim.

Dulu, waktu aku masih SD-SMP, sekitar segitulah. Es krim adalah makanan mewah yang paling aku inginkan kalau aku pulang kampung liburan ke Kotaagung. Es krim ini jajanan mewah gitu. Selain itu, ada juga sih. Buah anggur. Sampai di mana, saking aku pengen buah anggur, aku jadiin semacam hadiah bagi diri aku kalau aku dapat peringkat di kelas, aku pengen makan buah anggur.

Sekarang dengan waktu dan momen serta suasana yang berbeda, kedua macam makanan itu menjadi seperti biasa saja. Ada lagi sih selain itu, ayam goreng. Aku dulu setiap liat iklan di tv kayaknya enak banget bisa makan ayam goreng kriukk kriukk gitu. Ayam goreng KFC gitu. Sekarang, semenjak kuliah aku bisa merasakan itu semua dengan mudah. Apalagi waktu pertama makan ayam goreng KFC, seneng gitu. Bisa makan makanan yang udah lama banget pengen dimakan. Secara, sebelumnya aku cuma bisa liat iklannya di tv.

Pernah nyoba buat sendiri, tapi yah gitu. Gak sama kayak di tv, kalau udah dingin gak gurih lagi rasanya. Harus dimakan anget-anget gitu. Dulu sih yaa, seneng banget kalau mamak udah mau masak ayam. Aku suka ambilin paha ayamnya. Terus ku masak ayam goreng tepung gitu. Ntar, adek aku juga aku buatin. Setidaknya, bisa mengurangi keinginan ku yang aneh-aneh kann, daripada aku ngotot gitu pengen makan ayam goreng persisi kayak di iklan, buat sendiri juga gak kalah juga sih rasanya.

Beberapa bulan lalu, aku lupa kapan. Kasian aku sama adek aku yang gak pernah ke mana-mana, aku iseng ajak dia makan di KFC Transmart Lampung. Secara, ceritanya juga gak jauh beda sama cerita aku. Kita berdua ngerasa seneng gitu bisa makan di mall. Sebelumnya juga pernah sih, makan bakso di Mall Boemi Kedaton. Aku seneng bisa ajak dia makan di mall, dia seneng bisa makan sesuatu yang sama seperti di iklan tv. Aku tanyain ke dia, โ€œDek, gimana rasanya? Enak gakk??โ€. Dia jawab, โ€œEnak ayam gorengnya. Bumbunya terasa gitu, gak kayak di sana (Kotaagung). Tepungnya cuma kerasa asin doang. Itu juga asin bangetโ€.

Setelah makan di KFC, lanjut cari makanan yang lainnya. Kita beli hot dog gitu. Dia juga belum pernah makan. Sama sih, aku juga belum pernah makan. Kita beli 2, untukku 1 dan untuk dia 1. Sampai di kosan aku, langsung aku makan. Mungkin karena aku udah kenyang makan di KFC, jadinya gak habis. Adek aku deh yang makan. Ternyata dia doyan. Terhitung habis 1,5 hot dog ๐Ÿ˜‚. Setidaknya, sudah tidak penasaran lagi. Nah, sekarang yang belum ku makan pizza hut. Tapi, kayaknya mahal deh. Aku belum punya anggaran untuk makan atau belinya. Mudah-mudahan aja kesampaian lah yaa. Terkadang, sesuatu yang luar biasa ketika sudah dirasakan menjadi biasa saja. Yahhh begitulah, setidaknya. ๐Ÿ™‚

Ceritaku, Trip

Kampung Naga

Kampung Naga, salah satu destinasi yang sangat ingin aku kunjungi. Terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa. Tempatnya pun masih sangat asri. Bahkan, jauh dari hiruk pikuk kebisingan yang mungkin membuat kita penat.

Hal yang membuat ku tertarik untuk berkunjung ke sana adalah tempatnya yang jauh dari kata modern. Semuanya masih tradisional. Dari wilayahnya hingga kebudayaannya. Rasanya akan sangat menyenangkan dan tentunya tenang.

Melihat foto-foto yang ada di internet, teringat rumah ku dulu saat kecil. Perabot rumah yang sederhana hingga suasana perkampungan yang menyejukkan. Bangunan rumahnya juga sederhana. Atapnya yang terbuat dari daun nipah atau ijuk, dinding rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu, dan yang membuat menambah kesan perkampungan adalah gak ada pagar yang membatasi antar rumah. Gak seperti kebanyakan perkampungan yang mengelilinginya. Kebayang kan gimana asrinya suasana di sana?

Kampung Naga ini sebenarnya bukan kampung wisata seperti yang kebanyakan orang kira. Sebab, masyarakat di sana gak mau kalau sampai perkampungan mereka terpengaruh budaya atau sejenisnya dari luar. Kita tetap boleh berkunjung di sana. Ada guide lokalnya juga kok, pakai baju yang ada name tagnya.

Kalau ingin menginap di sana juga bisa. Asalkan, kita sudah izin dulu dengan tetua adat di sana. Masyarakat di sana sangat memegang teguh adat istiadat leluhur mereka. Ketika di sana, kita diperbolehkan untuk berfoto. Asalkan jangan memutar musik. Apapun itu bentuk jenis musiknya. Ya Tuhan, pasti tenang damai sejahtera di sana.

Akses untuk ke sana juga mudah kok. Letaknya persis di tepi jalan. Ada tugu yang menandakan Kampung Naga. Kalau naik bus ke arah sana, bilang aja ke kondekturnya tujuan kita. Selamat berkunjung guys, doakan aku yaa semoga bisa ke sana. Ingin meninggalkan sejenak peradaban modern.