Ceritaku

Near Death Experiences

For the first time, setelah beberapa waktu yang lalu seseorang menceritakan pengalamannya tentang Near Death Experiences, jadi ngerasain sendiri sensasinya. Gimana enggak coba? Dua hari berturut-turut rasanya nyeri banget dada. Entah di bagian jantung atau bukan. Yang jelas, kalu aku bernafas makin jadi rasa sakitnya. Konsul dengan Bu Anita, diminta untuk segera periksa karena banyak kejadian yang telat penanganan. Sebenarnya udah lama sih ngerasain ini, cuma ga di rasa aja. Selagi masih bisa di tangani sendiri, kenapa engga? Ya kannn?

Penanganannya, ya tahan nafas sampai sakitnya hilang. Kalau udah reda dan hilang rasa nyerinya baru bisa nafas lega. Amaze kann hewhewhew. Kemarin sih udah coba ke puskesmas, ternyata kalau sabtu itu tutup dan ada yang cuma setengah hari. Lahh pas sampe, pas pada pulang petugasnya. Ya udah deh pulang juga akunya. Pernah waktu nganterin Elis ke IGD nya ga nyaman pelayanannya. Sebenarnya ga ngapa-ngapa sih, ya ada sesuatu yang bikin ga nyaman aja. Lebih baik akunya pulang aja. Tidur dari jam 4 sore, bangun sekitar jam 6 sore, lah kok malah nyut-nyutan sakitnya. malamnya keringat dingin telapak tangan sama kakinya. Minta dicariin obat aspirin ga ada. Akunya minum paracetamol deh. Lumayan redain sakitnya. Itu aku minum waktu pas tengah-tengah lagi dzikiran shalat maghrib. Daripada makin lama makin ga bisa nafas, ya udah aku minum aja. Belum makan nasi pula. Abisnya aku langsung makan nasi.

Bu Anita sama mas Theo minta aku segera periksa. Sebenarnya di suruh semalam. Cuman, masih bisa di tahan. Ya udah tahan aja. Melewati malam yang sungguh panjang banget. Puji Tuhan Semesta Alam, bisa melewati malam dengan baik. Istirahat lebih cepat dari biasanya. Padahal aku baru bangun jam 6 sore. Biasanya kalau bangun jam segitu ga bisa tidur. Sedih, sebenarnya. Liat respon dia gitu pas aku minta ditemenin ke IGD. Ya aku tau, aku lagi ga punya uang. Tapi ya sudahlah. Sungguh, prinsipku akan terus berlaku. Apapun yang masih bisa aku lakukan sendiri, akan aku lakukan. Sekalipun aku nanti sudah bersuami pun, apapun akan aku lakukan sendiri. Sohibku panik karena keringat dingin ku muncul dan membasahi telapak tangan dan kaki, aku coba santai menghadapinya. “Dah di bawa istirahat aja. Mudah-mudahan ga kenapa-kenapa”. Puji Tuhan Semesta Alam, malam yang panjang terlewati dengan baik. Terima kasih Semesta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s